Belajar Sehat & Budaya Lewat Telur Gulung
Oleh Stevan, Guru SD
Pada unit pembelajaran kelas 3/4 , kami mengangkat tema tentang keseimbangan pola hidup. Topik ini mencakup pola makan serta gaya hidup yang sehat dan seimbang. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia fungsional, siswa diajak untuk memperkaya kosakata seputar makanan sehat maupun makanan yang kurang sehat, serta kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan.
Dari pembahasan tersebut, siswa kemudian mengeksplorasi jajanan khas Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah Telur Gulung, jajanan populer anak-anak Indonesia sejak tahun 1990-an hingga sekarang, yang biasanya dapat ditemui di depan sekolah-sekolah.
Sebagai bagian dari proyek kelas, kami pun membuat Telur Gulung bersama-sama. Tujuan dari proyek ini bukan hanya sekadar memasak, tetapi juga memperluas kosakata siswa, sekaligus memperdalam pemahaman mereka tentang makanan sehat dan kurang sehat.
Proyek ini kami laksanakan pada 22 September. Setiap siswa memiliki peran masing-masing, mulai dari mengaduk telur, memotong sosis, hingga mencoba menggoreng dan menggulung telur. Antusiasme siswa terlihat jelas dari pendapat mereka tentang Telur Gulung:
- Alexia: “Saya suka Telur Gulung!”
- Madi: “Saya suka!”
- Myra: “Aku suka banget!”
- Emily: “Aku suka sekali!”
- Rumi: “Aku mau lagi!”
Akhirnya, siswa menikmati hasil masakan mereka bersama teman-teman sekelas. Melalui kegiatan ini, mereka belajar, mencoba, dan memahami sesuatu bukan hanya dari teori, tetapi juga melalui praktik nyata. Kami sebagai guru pun senang melihat semangat siswa, dan siap untuk menghadirkan proyek-proyek menarik lainnya di masa mendatang.







