IDU Kesehatan Tradisional dan Fisiologi Manusia
By Mr. Greg McGuire, MYP Science Teacher, MYP Coordinator
Dalam International Baccalaureate Middle Years Programme (MYP), siswa didorong untuk melihat keterkaitan antar mata pelajaran, bukan memandang pengetahuan sebagai sesuatu yang terpisah dan tidak berhubungan. Salah satu cara paling efektif untuk mewujudkan hal ini adalah melalui Interdisciplinary Units (IDU), di mana dua atau lebih bidang studi digabungkan untuk mengeksplorasi konsep bersama atau isu dunia nyata. Dalam sebuah IDU, siswa tidak hanya menyelesaikan tugas secara paralel; mereka mengintegrasikan pengetahuan dan berbagai perspektif untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam.
Sebagai bagian dari IDU Kesehatan Tradisional dan Fisiologi Manusia, siswa MYP 4/5 mengeksplorasi hubungan antara pengobatan tradisional, fisiologi manusia, dan layanan kesehatan modern melalui serangkaian kunjungan lapangan yang mendalam. Kami mengunjungi seorang Dukun Patah, mengikuti pengalaman Oukup (sauna terapi herbal), serta melakukan tur ke Taman Tanaman Obat Keluarga milik Socfindo.
Di klinik Dukun Patah, siswa mengamati proses penanganan pasien dan mempelajari bagaimana praktik ini telah diwariskan secara turun-temurun. Sang dukun menjelaskan jenis cedera yang dapat ditangani secara tradisional dan cedera yang perlu dirujuk ke rumah sakit. Dari percakapan dengan para pasien, kami mengetahui bahwa perawatan dapat berlangsung selama berbulan-bulan, namun mereka merasa metode ini lebih baik dibandingkan perawatan di rumah sakit karena diyakini memberikan proses penyembuhan yang lebih kuat. Penyebab cedera yang paling umum di klinik tersebut adalah tabrakan antara sepeda motor dan kendaraan yang lebih besar. Minyak Karo (minyak obat tradisional masyarakat Karo) digunakan dalam setiap perawatan, dan sebelum meninggalkan klinik, kami juga diperlihatkan proses pembuatannya.
Di tempat Oukup, siswa mempelajari dasar-dasar terapi uap berbahan herbal. Setelah mengamati dan menggiling bahan-bahan seperti jahe, lengkuas, dan kunyit, mereka melihat bagaimana campuran tersebut dipanaskan hingga menghasilkan uap tebal dan harum untuk ruang sauna individu. Beberapa siswa dengan berani mencoba pengalaman tersebut secara langsung, sehingga mendapatkan pemahaman langsung tentang bagaimana panas, sirkulasi tubuh, dan senyawa dari tanaman dipercaya dapat mendukung kesehatan dan kebugaran.
Kunjungan kami ke taman tanaman obat Socfindo menyoroti luasnya pemanfaatan tanaman dalam pengobatan tradisional. Para pemandu memperkenalkan berbagai jenis tanaman obat beserta kegunaannya. Siswa juga mendapat kesempatan untuk membuat kombucha mereka sendiri, yang kemudian kami bawa kembali ke MIS untuk melanjutkan proses fermentasi sebelum akhirnya melakukan uji rasa.
Unit pembelajaran ini ditutup dengan presentasi kolaboratif dan refleksi individu. Siswa mengembangkan studi kasus asli tentang seseorang yang sakit atau mengalami cedera, lalu meneliti berbagai pilihan perawatan dari perspektif tradisional maupun modern. Berdasarkan pemahaman mereka tentang fisiologi manusia, siswa tidak hanya menjelaskan apa saja yang dilakukan dalam setiap metode perawatan, tetapi juga mengapa metode tersebut diperkirakan dapat bekerja. Siswa mempresentasikan perawatan tradisional dalam Bahasa Indonesia dan perawatan modern dalam Bahasa Inggris, kemudian mempertahankan pilihan mereka mengenai metode perawatan yang paling tepat untuk kasus yang mereka buat. Dalam banyak kasus, siswa menyimpulkan bahwa kombinasi dari kedua pendekatan perawatan tersebut merupakan pilihan yang paling tepat.
Melalui pengalaman ini, siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana budaya, ilmu pengetahuan, bahasa, dan kesehatan saling berhubungan, sehingga pembelajaran interdisipliner benar-benar terasa nyata dalam praktiknya.







