Dari Medan ke Belawan: Siswa DP Mewujudkan CAS Melalui Aksi di ISCO (Kampung Kurnia)
oleh Mr. Karl Sloane, Koordinator SMA/IBDP
Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, siswa Diploma Programme (DP) Medan Independent School (MIS) melakukan kunjungan ke ISCO di Kampung Kurnia, Belawan. Kunjungan tersebut berlangsung selama satu hari penuh, yang meliputi pelayanan, pembelajaran, dan membangun hubungan yang baik. Perjalanan ini didampingi oleh Mr Karl Sloane dan Ms Imelda Hutabarat, yang dirancang untuk membantu siswa memenuhi persyaratan IB DP Core (CAS) sekaligus melatih keterampilan penting yang sangat dibutuhkan di luar sekolah, yaitu kolaborasi, komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan refleksi.
ISCO Foundation (Yayasan Anak Jalanan Indonesia) adalah organisasi nirlaba yang mendukung anak-anak jalanan serta keluarga yang terpinggirkan melalui pusat pembelajaran komunitas (sanggar). ISCO bekerja bersama dengan staf lokal, relawan, dan mitra untuk memberikan bimbingan belajar, dukungan pendidikan, pembinaan karakter, serta bantuan praktis yang membantu anak-anak keluar dari lingkaran kemiskinan.
ISCO memiliki empat pusat kegiatan di Sumatera Utara yang menjangkau ratusan anak, yaitu Bagan Deli, Belawan, Kampung Kurnia, dan Polonia. Keempat tempat ini disebut ‘Sanggar’, yang berfungsi sebagai tempat belajar setelah sekolah, menyediakan pendampingan, kegiatan terstruktur, serta dukungan agar anak-anak tetap terlibat dalam proses belajar dan kehidupan masyarakat.
Hari yang Dibangun Melalui Kemitraan
Rombongan berangkat dari Medan Independent School dengan bus pada pukul 08.00 dan tiba di Belawan dengan semangat untuk belajar dari komunitas setempat serta berkontribusi secara nyata melalui aktivitas pembelajaran yang menarik dengan anak-anak di ISCO. Pengalaman pertama siswa MIS dilulai pada pukul 09:15, yaitu menyaksikan proses pengolahan ikan asin. Siswa mengamati rak-rak pengeringan dan berbincang dengan warga mengenai bagaimana usaha kecil berjalan, tantangan yang dihadapi, serta penghasilan yang diperoleh. Para siswa dapat melihat kebanggaan yang dimiliki oleh pekerja, dimana mereka melakukan pekerjaan mereka dengan terampil dan jujur. Memulai kunjungan dengan perbincangan dengan masyarakat lokal membuat siswa merasa dekat dan mengerti dengan kenyataan kehidupan masyarakat setempat dan mengingatkan mereka bahwa di balik setiap produk terdapat kisah tentang manusia dan tempat.
Setelah istirahat yaitu pukul 10.15, kunjungan dilanjutkan dengan melakukan kegiatan pembelajaran yang dipimpin oleh siswa MIS. Pada pukul 10.30, mereka memfasilitasi sesi edukasi yang menyenangkan bersama anak-anak Kampung Kurnia dengan usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD).
Dalam kelompok kecil, siswa menjalankan permainan, aktivitas literasi dan numerasi sederhana, yang mendorong partisipasi dan rasa percaya diri. Siswa DP dengan cepat belajar dan memahami bahwa mengajar membutuhkan keterampilan nyata, yaitu memberikan instruksi yang jelas, menyesuaikan kegiatan secara spontan, dan memastikan setiap anak merasa dilibatkan.
Pada pukul 11.45, anak-anak Kampung Kurnia menampilkan sebuah pertunjukan untuk siswa MIS. Pertunjukan tersebut penuh sukacita, energik, dan sangat menyentuh, hal ini menunjukkan satu elemen penting dalam CAS, yaitu bahwa CAS bukanlah kegiatan satu arah, melainkan dua arah yang saling memberi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, yaitu pukul 12.15 dan makan siang pada pukul 12.45, dan pada akhirnya, rombongan kembali pada pukul 14.30 dan tiba di MIS pada pukul 16.00.
Mengapa Kegiatan CAS Seperti Ini Penting
CAS sering digambarkan sebagai “pembelajaran di luar kelas,” namun kunjungan seperti ini menunjukkan makna yang lebih dalam, yaitu belajar bersama dan dari orang lain. Bagi siswa DP, kunjungan ke Belawan memperkuat tiga dimensi utama CAS.
Kemandirian dan peran aktif siswa.
Siswa MIS bukan sekadar peserta pasif. Mereka merencanakan kegiatan, mengatur kelompok, dan bertanggung jawab atas hasilnya. Ketika suatu aktivitas tidak berjalan sesuai harapan, mereka perlu menyesuaikan kegiatan dengan keadaan, menyederhanakan, merencanakan ulang, dan mencoba kembali. Kemampuan ini adalah keterampilan hidup yang nyata.
Kemandirian dan peran aktif siswa.
Siswa kami bukan sekadar peserta pasif. Mereka merencanakan kegiatan, mengelola kelompok, dan bertanggung jawab atas hasilnya. Ketika suatu aktivitas tidak berjalan sesuai harapan, mereka beradaptasi—menyederhanakan, menjelaskan ulang, dan mencoba kembali. Ketangguhan ini adalah keterampilan hidup yang nyata.
Empati dan pemahaman lintas budaya.
Bertemu anak-anak Kampung Kurnia dan melihat lingkungan belajar mereka membuat konsep “masyarakat” menjadi lebih nyata. Siswa diajak untuk berinteraksi dengan orang lain dengan rendah hati dan penuh hormat, mendengarkan sebelum bertindak, serta memahami bahwa lingkungan dan keadaan sangat mempengaruhi kesempatan yang dimiliki oleh masyarakat disekitarnya.
Kepemimpinan melalui pelayanan.
Mengorganisasi sumber daya, menjaga keterlibatan kelompok, memberi teladan melalui perilaku positif, dan mendukung teman membutuhkan kedewasaan. Siswa belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang memiliki suara yang paling keras, tetapi tentang membantu orang lain merasa aman, mampu, dan dihargai.
Manfaat bagi Komunitas Kampung Kurnia
Manfaat langsung bagi anak-anak ISCO dari kunjungan ini adalah pengalaman belajar yang lebih bervariasi, yaitu permainan baru, aktivitas kreatif, dan berinteraksi dengan orang yang berbeda, yang memberikan teladan positif dan inspirasi, dan satu hal yang tak kalah pentingnya, yaitu untuk membangun kemitraan. Konsistensi merupakan hal yang sangat penting untuk hal tersebut, seperti kegiatan yang dilakukan secara teratur oleh MIS dengan ISCO. Interaksi yang dilakukan secara teratur melalui kegiatan kunjungan seperti ini meningkatkan rasa persaudaraan dimana, kedua belah pihak lebih saling mengenal , para pemimpin di masyarakat dapat membagikan apa yang menjadi kesulitan mereka, dan MIS dapat memberi dukungan yang lebih bermanfaat seiring waktu.
Kunjungan CAS juga memberikan pesan penting bagi anak-anak, yaitu pendidikan adalah hal yang menyenangkan, yaitu saling memperhatikan, saling mendorong satu sama lain, dan tertawa bersama. Hal-hal tersebut dapat membantu membangun harapan, terutama di lingkungan yang memiliki sumber daya terbatas.
Manfaat bagi Siswa Kami
Melalui kunjungan ini, siswa DP, mendapatkan manfaat jangka panjang, dimana mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan banyak keterampilan. Keterampilan-keterampilan tersebut, meliputi keterampilan dalam hal berkomunikasi, yaitu menjelaskan ide secara baik, mendengar dan mengerti penjelasan orang lain, dan mendorong partisipasi. Mereka juga meningkatkan keterampilan dalam hal kerja sama tim, seperti membagi tugas, dan saling membantu ketika mengalami kesulitan di lapangan. Siswa juga menyadari untuk lebih bersyukur dalam kehidupan mereka, dan lebih memahami tentang arti “pelayanan”: bukan sekadar amal, tetapi saling mendukung dan saling menguntungkan kedua belah pihak, baik masyarakat ataupun siswa MIS. .
Selain itu, siswa dapat meningkatkan kemampuan berefleksi, terutama dalam hal kunjungan ini. Setelah melakukan kegiatan kunjungan, siswa memikirkan bagaimana melakukan kegiatan kunjungan yang lebih baik di masa yang akan datang, dengan mengevaluasi: Apa yang berjalan dengan baik? Apa yang kami pelajari dari anak-anak dan masyarakat? Apa yang dapat kami tingkatkan lain kali? Siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, refleksi, dan evaluasi untuk lebih baik—adalah inti dari CAS dan mengubah satu hari menjadi pembelajaran jangka panjang.
Terima Kasih
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ISCO dan masyarakat Kampung Kurnia atas sambutan hangat kepada siswa kami. Kunjungan seperti ini mengingatkan kita bahwa CAS bukanlah kegiatan tambahan, melainkan bagian dari jati diri siswa sebagai komunitas IB—belajar, melayani, dan bertumbuh bersama.















