Acidimetry
oleh Elaine Lai, siswa kelas DP2, Angkatan 2026
Dalam praktikum kimia, saya dan teman sekelas melakukan titrasi asam-basa untuk menentukan konsentrasi larutan natrium karbonat (Na₂CO₃) yang tidak diketahui. Kami menggunakan larutan standar asam klorida (HCl) 1 M dan indikator metil jingga. Titrasi merupakan metode untuk menentukan konsentrasi larutan dengan mereaksikannya dengan larutan lain yang telah diketahui konsentrasinya secara tepat. Metode ini banyak diterapkan di industri makanan dan minuman, lingkungan, pengolahan air, serta farmasi untuk mengendalikan tingkat keasaman (pH) demi menjaga mutu, keamanan, dan stabilitas produk.
Sebelum titrasi, seluruh peralatan gelas dibilas dengan benar untuk mencegah pengenceran. Sebanyak 10 mL larutan Na₂CO₃ dipipet ke dalam labu Erlenmeyer dan ditambahkan beberapa tetes metil jingga, yang berwarna kuning dalam suasana basa dan berubah menjadi merah dalam suasana asam. HCl kemudian diteteskan perlahan dari buret hingga terjadi perubahan warna permanen sebagai tanda titik akhir titrasi.
Dari tiga kali percobaan, diperoleh volume rata-rata 0,9 mL dan konsentrasi Na₂CO₃ sebesar 0,09 mol dm⁻³, mendekati nilai teoritis 0,10 mol dm⁻³ dengan persentase kesalahan sekitar 10%. Ketelitian meningkat dibandingkan percobaan sebelumnya. Ke depan, percobaan dapat dikembangkan dengan menggunakan indikator lain, seperti fenolftalein, atau pH meter digital untuk meningkatkan akurasi, serta menguji pengaruh konsentrasi dan suhu terhadap hasil titrasi.














